Pernahkah
Anda merasa tetap ingin merawat kenangan, meskipun orang yang Anda cintai sudah
tidak ada lagi? Inilah perasaan yang dituangkan oleh Aku Jeje dalam
single terbarunya berjudul "Melati". Lagu ini hadir sebagai
sebuah "sekuel sunyi" dari karya hits-nya terdahulu, "Lihat
Kebunku (Taman Bunga)". Jika dulu kita diajak merayakan taman yang
sedang mekar penuh warna, lewat "Melati", Aku Jeje membawa
kita ke sisi yang lebih dalam: tentang sepi yang tertinggal saat bunga-bunga
itu mulai gugur.
Dibungkus
dengan musik Pop-Folk yang manis namun tenang, "Melati"
menggambarkan sebuah perasaan yang jujur, tentang bagaimana rasanya tetap "menyiram
taman yang kini sudah tidak ada suaranya." Lewat vokal yang terasa
dekat seperti sedang berbisik, Aku Jeje menceritakan sisi rapuh yang
sering kita sembunyikan dari orang lain.
Bagian
yang paling menyentuh adalah ketika Aku Jeje melontarkan pertanyaan sederhana yang
ditujukan untuk sosok yang telah pergi: "Apakah kamu bahagia di
sana? "Bagi saya, 'Melati' adalah kelanjutan cerita dari
kebahagiaan yang dulu ada di 'Lihat Kebunku'. Lagu ini tentang cinta
yang tidak hilang, meskipun orangnya sudah tidak ada di sisi kita lagi,"
ungkap Aku Jeje.
"Melati"
menunjukkan sisi dewasa Aku Jeje dalam bercerita lewat lagu. Musiknya
sangat cocok untuk menemani waktu santai, saat sedang melamun, atau bagi siapa
saja yang sedang merindukan seseorang. "Melati" sudah bisa
didengarkan di Spotify, Apple Music, dan seluruh platform musik digital .
